Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) Bakteri Pemicu Pertumbuhan Tanaman

Article wira | September 2017

Apakah kalian tahu saat ini ada bakteri yang sengaja diciptakan dan dibudidayakan? Bukannya setiap bakteri itu merupakan hal yang merugikan dan berbahaya. Saat ini sudah ada sebuah penelitian bahwa tidak semua bakteri itu merugikan. Salah satunya Promoting Rhizobakteri, bakteri ini hidup di sekitar perakaran tanaman. Bakteri tersebut hidupnya secara berkoloni menyelimuti akar tanaman. Bagi tanaman keberadaan mikroorganisme ini akan sangat baik. Bakteri ini memberi keuntungan dalam proses fisiologi tanaman dan pertumbuhannya.

Fungsi PGPR

Fungsi PGPR bagi tanaman yaitu mampu memacu pertumbuhan dan fisiologi akar serta mampu mengurangi penyakit atau kerusakan oleh serangga. Fungsi lainnya yaitu sebagai tambahan bagi kompos dan mempercepat proses pengomposan. Pengurangan pestisida dan rotasi penanaman dapat memacu pertumbuhan populasi dari bakteri–bakteri yang menguntungkan seperti PGPR.

Inokulasi benih

Ada banyak cara untuk menambah pertumbuhan tanaman. Salah satunya adalah dengan menginokulasikan agens hayati untuk membantu tanaman dalam memperoleh unsur – unsur hara yang dibutuhkan, misalnya untuk menambah nitrogen bisa diinokulasikan bakteri Rhizobium agar mampu memfiksasi nitrogen bebas. Cara inokulasi ini juga memungkinan untuk menambah manfaat nutrisi lainnya seperti menambah larutan phosphat, oksidasi belerang, melelehkan besi dan tembaga.

Kandungan phosphor sangat terbatas bagi pertumbuhan tanaman. Meskipun di alam jumlahnya melimpah, tetapi masih dalam bentuk batuan yang keras, sehingga manfaat bagi tanaman sangat terbatas. PGPR mampu berperan sebagai bakteri pelarut phosphate. Kelompok bakteri PGPR ini yaitu Bacillus, Rhizobium dan Pseudomonas.

Ada empat nutrisi utama yang dibutuhkan tanaman setelah N, P dan K adalah belerang (S). Unsur belerang juga tidak bisa langsung diserap oleh tanaman, tetapi harus melalui proses transformasi / oksidasi oleh bakteri sebelum diserap oleh tanaman. Kelompok bakteri yang mampu mengoksidasi belerang ini ialah kelompok bakteri yang hidup di tanah. Inokulasi pada benih tanaman yang membutuhkan unsur belerang tinggi, cukup berhasil menggunakan bakteri PGPR.

Kelebihan PGPR

Aplikasi PGPR mampu mengurangi kejadian dan keparahan penyakit. Beberapa bakteri PGPR yang diinokulasikan pada benih sebelum tanam dapat memberi pertahanan pada tudung akar tanaman. Hal inilah yang membuat bakteri PGPR mampu mengurangi keparahan dari penyakit dumping-off (Pythium ultimatum) di tanaman. Beberapa bakteri PGPR mampu memproduksi racun bagi patogen tanaman, misalnya bakteri Bacillus subtilis mampu melawan cendawan patogen.

Berikut kelebihan dari PGPR diantaranya :

·      Menambah fiksasi nitrogen di tanaman kacang – kacangan

·      Memacu pertumbuhan bakteri fiksasi nitrogen bebas

·      Meningkatkan ketersediaan nutrisi lain seperti phospat, belerang, besi dan tembaga

·      Memproduksi hormon tanaman

·      Menambah bakteri dan cendawan yang menguntungkan

·      Mengontrol hama dan penyakit tumbuhan

Tantangan PGPR

Ada beberapa kekurangan dalam produksi PGPR ini diantaranya :

Kekonsistenan pengaruh bakteri PGPR di laboratorium dengan di lapangan kadang – kadang berbeda. Bakteri ini harus dapat diperbanyak dan diproduksi dalam bentuk yang optimum baik vialibilas maupun biologinya selama diaplikasikan di lapangan. Beberapa bakteri PGPR harus dilakukan re-inokulasi setelah diaplikasikan di lapangan seperti Rhizobia.

Tantangan lainnya berkaitan dengan regulasi / kebijakan suatu negara. Di beberapa negara kontrol terhadap produksi agens antagonis ini sangat ketat. Walaupun produk tersebut tidak berefek negatif pada manusia.

Cara Pembuatan PGPR

Bahan :

  1. Akar bambu + tanahnya    : 1 kantong kresek / ½ kg (lebih banyak lebih baik)
  2. Akar kacang tanah            : 1 ons (lebih banyak lebih baik)
  3. Akar putri malu                  : 1 ons (lebih banyak lebih baik)
  4. Air                                      : 3 liter
  5. Gula merah/pasir               : ½ kg
  6. Air kelapa                           : 2 liter

 Cara buat :

  • Untuk bahan 1, 2, 3 bila ada ketiganya bila tidak ada bisa salah satunya, tapi yang terbaik adalah akar bambu
  • Potong kecil-kecil semua akar
  • Masukan semua bahan kedalam wadah yang dapat ditutup rapat
  • Biarkan selama 2-3 hari dan kocok-kocok setiap hari


Cara Memperbanyak PGPR

Bahan :

  1. Gula merah/molases     : 3 kg
  2. Dedak                            : 3 kg
  3. Terasi mentah                : 1 kg
  4. Air kelapa                      : 5 liter
  5. Biang PGPR                  : 1 liter
  6. Air                                  : 100 liter

Cara buat :

  • Gula merah, dedak dan terasi mentah dididihkan dengan air 10 liter selama 30 menit, kemudian biarkan sampa benar-benar dingin
  • Masukan air kelapa, air 90 liter, dan biang PGPR dalam drum
  • Tutup rapat, dan biarkan selama 2 minggu, sebaiknya pake aerator

Dosis :

  • 1 liter + air 10 liter
  • Siram / kocor pada lahan sebelum tanam, dan seminggu sekali setelah tanam sebanyak 3 – 4 kali

Demikian ulasan singkat mengenai fungsi PGPR dan cara praktis untuk membuatnya. Semoga dapat bermanfaat untuk memaksimalkan hasil panen cabai kamu.


(Sumber : indonesiabertanam.com)