Memasuki Musim Hujan, Harga Cabai Meroket Naik

Article wira | November 2017

Jakarta Jelang akhir pekan, harga sejumlah komoditas sayuran naik di pasar tradisional. Seperti harga empat jenis cabai yang kompak naik, mesti tak signifikan.

Umastuti (45), pedagang sayuran di Pasar Minggu Jakarta Selatan mengatakan, harga keempat jenis cabai naik antara Rp 1.000-Rp 3.000 per kg.

Harga cabai rawit merah yang sebelumnya Rp 25 ribu per kg menjadi Rp 26 ribu per kg. Kemudian, cabai merah besar naik Rp 1.500 dari Rp 23.500 menjadi Rp 25 ribu per kg. Cabai rawit hijau naik dari Rp 18 ribu per kg menjadi Rp 20 ribu.

Dan yang mengalami kenaikan paling tinggi yaitu cabai merah keriting, dari sebelumnya di kisaran Rp 29 ribu menjadi Rp 32 ribu per kg.

"Yang lagi naik harganya cabai, itu semuanya naik. Paling tinggi merah keriting. Mungkin gara-gara sudah masuk musim hujan, biasanya banyak yang busuk," ujar dia saat berbincang  di Jakarta,

Selain cabai, harga bawang putih juga melonjak naik. Dari sebelumnya harga komoditas ini dibanderol Rp 28 ribu per kg, saat ini naik menjadi Rp 30 ribu per kg.

Sementara itu, sayuran lain seperti tomat, bawang merah, wortel dan kentang masih cenderung stabil. Untuk tomat dibanderol Rp 10 ribu per kg, sedangkan bawang merah sebesar Rp 25 ribu per kg.

"Yang lain masih stabil, belum ada yang naik turun. Pasokannya juga masih lancar. Yang penting enggak ada yang banjir," tandas dia.

Berikut daftar harga sayuran berdasarkan pantauan:

- Cabai rawit merah Rp 26 ribu per kg

- Cabai rawit hijau Rp 20 ribu per kg

- Cabai merah keriting Rp 32 ribu per kg

- Cabai merah besar (TW) Rp Rp 25 ribu per kg

- Bawang merah Rp 25 ribu per kg

- Kentang Rp 15 ribu per kg

- Timun Rp 8.000 per kg

- Wortel Rp 10 ribu per kg

- Kol Rp 8.000 per kg

- Bawang putih Rp 30 ribu per kg

- Tomat Rp 10 ribu per kg

Pedagang berharap pemerintah bisa menciptakan strategi seperti halnya diatas, menstabilkan harga disaat menjelang Hari Raya pada saat menghadapi musim hujan tiba. Karena semakin sering intensitas hujannya maka akan semakin dikit hasil panen yang dapat dihasilkan petani. Dan bahan baku semakin jarang ditemui dipasaran. Itulah penyebab utama meroketnya harga bahan baku pada saat musim hujan.


Source: http://bisnis.liputan6.com/