Cara Mengendalikan Lalat Buah Pada Tanaman

Article wira | August 2017

Lalat Buah merupakan jenis serangga perusak tanaman yang menyerang sayuran dan buah-buahan seperti cabai, nangka, mangga, jambu biji, melon, belimbing, jambu air, tomat dan lain-lain. Lalat ini terdapat hampir di seluruh kawasan Asia-Pasifik, dan sering menyerang lebih dari 25 jenis sayur-sayuran dan buah-buahan.

Penelitian menyatakan terdapat kurang lebih 4.500 spesies lalat buah diseluruh dunia yang berasal dari spesies Tephritidae yang menjadi perusak tanaman buah maupun sayur. Lalat ini bersimbiosis mutualisme dengan bakteri karena apabila lalat ini meletakkan telur pada buah atau sayur, biasanya akan disertai dengan bakteri yang memungkinkan pembentukan ulat pada bagian yang diserang dan menyebabkan daun sayuran rusak, buah menjadi busuk dan diserang ulat.

Seekor lalat betina mampu meletakkan telur pada buah sebanyak 40 butir dalam sehari. Kemudian telur dapat menetas menjadi ulat dan akan merusakkan daun pada sayuran dan buah. Selama hidupnya seekor lalat betina mampu bertelur hingga 800 butir. Dalam usaha pengendalian Lalat Buah begitu sangat sulit meski dengan penggunaan racun serangga karena ciri-ciri fisikalnya yang begitu besar. Bahkan dengan penggunaan racun insektisida untuk melindungi sayur dan buah-buahan seringkali menjadi usaha tanpa hasil.

Oleh sebab itu, salah satu cara menaggulangi serangan lalat buah ini adalah dengan mengurangi dan menghapuskan populasi lalat buah di kawasan kebun atau tanaman. Cara yang efektif adalah dengan menghapus “lalat buah jantan”, karena akan menyebabkan putusnya persenyawaan baru antara lalat jantan dan lalat betina yang menghasilkan telur, larva dan anak lalat buah.

Pengendalian

Sampai saat ini, lalat buah termasuk hama serangga yang sulit dikendalikan. Beberapa teknik pengendalian, baik secara modern maupun tradisional telah banyak dilakukan namun hasilnya belum bisa optimal. Walaupun demikian, usaha pengendalian tetap harus kita upayakan sebisa mungkin agar dampak dari serangan tidak terlalu merugikan hasil panen.

Beberapa cara pengendalian hama lalat buah yang bisa diupayakan di antaranya:

  • Pemeliharaan Tanah

Memelihara tanaman dengan baik di antaranya melakukan mengolah dan merawat tanah secara berkala. Pencacahan tanah di bawah tajuk pohon dapat menyebabkan pupa lalat buah yang terdapat di dalam tanah terkena sinar matahari dan akhirnya mati.

  • Sanitasi yang Baik

Kebersihan kebun menentukan tingkat serangan lalat buah. Tujuan dari sanitasi (memberishkan) kebun adalah memutus siklus perkembangan lalat buah. Lantai kebun harus terbebas dari buah-buah yang terserang lalat buah yang jatuh atau yang masih di pohon. Buah yang berisi telur dan larva lalat buah dikumpulkan kemudian dimusnahkan dengan dibakar atau dibenamkan ke dalam tanah. Buah-buah yang gugur di bawah pohon berpeluang dijadikan tempat bertelur lalat buah.

Semak-semak dan gulma juga dapat digunakan lalat buah sebagai inang alternatif ketika tidak musim buah. Sanitasi kebun akan efektif jika dilakukan oleh seluruh petani secara serempak.

  • Pembungkusan Buah

Membungkus buah untuk menghindari serangan lalat buah cukup efektif untuk melindungi komoditas buah yang lebih besar

Pembungkusan buah saat masih muda dapat membantu menangkal serangan hama lalat buah. Petani bisa menggunakan kertas, kertas karbon, plastik hitam, daun pisang, daun jati, atau kain untuk membungkus buah yang tidak terlalu besar seperti belimbing dan jambu. Untuk buah yang berukuran besar, seperti nangka, petani biasa menggunakan anyaman daun kelapa, karung plastik, atau kertas semen. Setiap jenis pembungkus tentu memiliki kelebihan dan kekurangan.

  • Pengasapan

Pengasapan di sekitar pohon dengan membakar serasah/jerami sampai menjadi bara yang cukup besar bisa pula mengusir lalat. Pengasapan dilakukan 3 – 4 hari sekali dimulai pada saat pembentukan buah dan diakhiri 1 –2 minggu sebelum panen

Tujuan pengasapan adalah mengusir lalat buah dari kebun. Pengasapan dilakukan dengan membakar serasah atau jerami sampai menjadi bara yang cukup besar. Kemudian bara dimatikan dan di atas bara ditaruh dahan kayu yang masih lembab. Pengasapan di sekitar pohon dapat mengusi lalat buah dan efektif selama tiga hari. Pengasapan selama 13 jam bisa membunuh lalat buah yang tidak sempat menghindar.

  • Penggunaan Tanaman Perangkap

Penelitian mengenai preferensi lalat buah terhadap tanaman buah dan sayuran, ternyata yang paling disukai oleh lalat buah berturut-turut sebagai berikut: jambu air, belimbing, mangga, dan jambu biji. Tanaman yang lebih rendah dapat digunakan sebagai tanaman perangkap, misalnya bila Anda mengutamakan budidaya tanaman mangga maka disekeliling kebun mangga dapat ditanami jambu air atau belimbing.

Tanaman aromatik atau tanaman yang mampu mengeluarkan aroma, bisa juga digunakan untuk mengendalikan lalat buah. Di antaranya jenis selasih/kemangi, selain tanaman selasih ada juga tanaman kayu putih (Melaleuca bracteata) dan tanaman yang bersifat sinergis (meningkatkan efektifitas atraktan), seperti pala (Myristica fragans). Semua tanaman ini mengandung bahan aktif yang disukai lalat buah, yaitu Methyl eugenol, dengan kadar yang berbeda.

Dengan menanam salah satu tanaman tersebut disekitar lahan, maka diharapkan dapat mengurangi serangan lalat buah secara signifikan. Minyak kayu putih dan minyak selasih berpeluang menjadi atraktan karena mengandung metil eugenol yang cukup tinggi. Sesuai dengan fungsinya sebagai atraktan, minyak tersebut hanya bersifat menarik lalat buah tetapi tidak membunuhnya. Jadi tujuan sebenarnya hanya untuk mengalihkan perhatian lalat buah dari tanaman budidaya utama. Oleh karena itu, penggunaan minyak tersebut akan lebih optimal bila dilengkapi dengan alat yang dapat menjebak atau menangkap lalat buah.

  • Aplikasi Umpan Protein

Metode lainnya untuk mengendalikan lalat buah adalah penerapan umpan protein, yang mana dapat menarik lalat buah baik jantan maupun betina. Metode ini aman bagi manusia, namun mungkin diperlukan pengetahuan tentang bahan-bahan yang harus digunakan.

Aplikasi umpan protein dapat dilakukan dengan cara memasang tabung/botol umpan protein. 1 liter umpan protein dicampur dengan 9 liter air kemudian ditambah 100 gram sodium benzoate ditambah dengan ME atau Cue lure (bergantung jenis tanamannya) dan 16 ml fipronil atau 10 ml luvinuron. Bahan-bahan umpan protein ini bisa Anda beli di toko-toko bahan kimia atau toko obat pertanian skala menengah-besar.

Setiap 2 minggu sekali tabung diisi ulang dengan 250 ml campuran tersebut. Untuk hamparan tanaman yang luas cukup dipasang 4 buah tabung umpan protein per hektarnya.

  • Penggunaan Perangkap Atraktan

Salah satu cara yang dianggap paling efektif, mudah dan ramah lingkungan untuk mengendalikan lalat buah adalah penggunaan perangkap atraktan (pemikat) lalat buah. Cara ini dianggap aman karena tidak meninggalkan residu pada komoditas yang ditanam. Bahan pemikat ini biasanya ditempatkan di dalam perangkap berupa botol plastik atau tabung silinder sehingga lalat buah akan masuk dan terperangkap di dalam.

Atraktan dapat digunakan untuk tiga fungsi utama, yakni:

  1. Mendeteksi atau memonitor populasi lalat buah di sekitar lahan budidaya;
  2. Menarik lalat buah kemudian membunuhnya dengan menggunakan perangkap;
  3. Mengacaukan perilaku kawin, berkumpul, dan perilaku makan lalat buah.

Mekanisme kerja perangkap adalah memancing lalat buah masuk ke dalam perangkap dengan menggunakan methyl eugenol yang ditempatkan di dalam botol perangkap. Di dasar botol perangkap bisa diisi air sehingga sayap lalat buah akan lengket jika menyentuh air tersebut dan akhirnya lalat buah akan mati tenggelam.

Dari beberapa cara pengendalian lalat buah diatas, cara manakah yang paling efektif untuk diaplikasikan di kebun atau tanaman kamu?  Jangan sampai cara yang kamu aplikasikan tidak membuahkan hasil, menjadi beban cost operational dan hasil panen kamu jadi tidak maksimal. Semoga bermanfaat !


Source: warasfarm.wordpress.com