Cara Memberantas Ulat Tanah (Agrotis Ipsilon) Pada Tanaman Cabai

Article wira | August 2017

Tanaman cabai  atau yang lebih dikenal dengan sebutan cabai saja, nyatanya memiliki rasa yang pedas, namun tidak luput juga dari serangan berbagai jenis penyakit dan hama. Contohnya seperti serangan hama ulat bahkan menyebabkan banyak akibat yang sangat merugikan bagi petani cabai. Dimana penyakit dan hama ulat yang menyerang cabai ini memang menjadi satu hal yang wajib diketahui jika ingin membudidayakan cabai sebagai salah satu komoditas utama di bidang pertanian.

Daun tampak terbelah-belah, jaringan daun habis di makan hama. Batang dan tangkai daun juga tampak rusak, seperti dipotong dan penyebabnya ulat tanah (Agrotis epsilon) atau disebut juga ulat perusak tanaman muda. Di Jawa Barat dinamakan hileud tegel, ulat lutung hileud orok, ulat bumi, dan dalam bahasa Inggris disebut black cutworn.

Ulat yang baru keluar dari telur dan masih kecil ini memakan jaringan daun. Setelah dewasa, ulat pindah ke tanah. Ketika sedang aktif itulah hama tersebut memakan batang tanaman. Bila akan membentak pupa, ulat masuk ke dalam tanah sampai menjadi kupu-kupu, siklus hidup mulai dari telur sampai menjadi kupu-kupu memakan waktu sekitar 6 minggu.

Jenis Hama Ulat:

1.     Hama ulat grayak/spodoptera litura

Hama ulat ini sebenarnya sudah sangat populer di kalangan petani. Pasalnya popularitas ulat ini sendiri memang tidak perlu diragukan lagi, bahkan menjadi musuh bebuyutan bagi para petani. Juga termasuk pada petani yang tanamannya seringkali diserang oleh hama ulat. Salah satu jenis ulat yang seringkali menyerang tanaman cabai adalah ulat grayak/spodoptera litura.

Ulat jenis ini mampu memakan daun hingga benar-benar habis dalam waktu yang singkat, sehingga dapat menyebabkan kemampuan fotosintetis dari tanaman cabai menjadi terganggu. Pada serangan yang masuk dalam tahap massif menjadikan ulat grayak ini memakan habis seluruh bagian daun, bahkan hanya sekedar menyisakan tulang-tulang daunnya saja.

2.     Ulat spodoptera exiqna dan helicoverpa

Serangan hama ulat yang selanjutnya adalah dari jenis Helicoverpa serta Spodoptera Exiqna. Dimana serangan dari kedua jenis ulat ini dapat mengakibatkan terjadinya lubang pada buah cabai.

Entah itu cabai yang masih berwarna hijau (cabai muda) maupun cabai yang sudah memerah (cabai matang atau tua). Sehingga hama dari kedua jenis ulat ini mengancam petani cabai menjadi gagal panen serta mengalami kerugian besar meskipun tanamannya sudah berbuah dengan lebat.


Pola Serangan Hama Ulat

Umumnya pola serangan ulat pada tanaman cabai terjadi ketika malam hari atau dapat juga terjadi ketika sinar matahari mulai meredup dan teduh. Misalnya saja seperti ketika saat menjelang sore hari. Hal ini dikarenakan ulat-ulat tidak akan merasa nyaman untuk dapat menyantap daun pada tanaman cabai di bawah terik matahari.

Maka dari itu ketika siang hari yang terik mereka justru bersembunyi di bawah ketiak daun cabai, dibalik mulsa, maupun pangkal tanaman untuk membuat mereka aman serta nyaman dari ancaman sinar matahari. Cara ini juga mereka gunakan untuk menghindarkan diri dari penyemprotan jika dilakukan pemusnahan hama oleh petani. (Sumber: Jokowarino.id)


Tahap Pengendalian

Pengendalian hama ulat pada tanaman cabai dapat dilakukan berdasarkan dengan kebiasaan serta karakter ulat. Terdapat dua cara yang dapat digunakan, yaitu:

1.     Pengendalian awal ketika melakukan pengolahan tanah yaitu dengan menggali tanah agak dalam.

2.     Pada malam hari, tepat ketika ulat keluar dari tempat persembunyiannya. Anda dapat secara langsung mengambil ulat tersebut dari tanaman cabai kemudian memusnahkannya.

3.     Menghilangkan rumput atau tanaman lain.

4.     Pemberian pestisida dengan cara pemberian racun, atau insekuisida yang dicampur dengan dedak serta bahan lain.


Komposisi campuran adalah sebagai berikut :

Dedak 10 kg (untuk umpan), bahan pemanis gula atau molase) 0,5-1 kg, insektisida (misalnya Dipterex 80 SP, takaran 125 – 250 g), dan air 10 1 dicampur jadi satu ditabur di sekitar tanaman. Penaburan ini dilakukan pada sore hari atau malam hari dengan maksud agar bersamaan dengan keluarnya ulat dari dalam tanah.

Campuran di atas bisa digunakan untuk areal seluas 0,25- 0,5 hektar. Untuk tanaman yang telah diserang dapat dilakukan pembongkaran tanah ulat yang ada di dalam tanah dimusnahkan. Dapat juga dilakukan penyemprotan dengan insektisida, misalnya, Hostathion EC 40% 2.5 1/ha atau Dursban 20% 1 1/ha intektisida ini dilarutkan dalan 30O- 500 1 air. Penyemprotan dilakukan dengan cara menyemprot seluruh bagian tanaman hingga ke bagian tanah di sekitar tanaman. (Sumber: Agrotani.com)

Ternyata hama ulat pun tetap menyerang tanaman cabai walaupun rasa cabai tersebut pedas. Dan butuh waktu ekstra bagi petani untuk menanggulangi hama ulat, yang serangannya dilakukan di malam hari. Semoga penjelasan di atas menjadi cara yang jitu untuk mengurangi hama ulat di tanaman cabai dan dapat memaksimalkan hasil panenmu.