4 Metode Mengawetkan Cabai dengan Minyak Zaitun

Article wira | March 2018

Baik ketika Anda menanam cabai sendiri ataupun ketika Anda ingin mengambil keuntungan dari harga cabai yang murah di pasar, mengawetkan cabai adalah cara yang baik untuk tetap memiliki cabai sepanjang tahun. Pilihlah salah satu cara di antara mengeringkan, mengasinkan, membekukan, atau mengawetkan cabai dalam minyak. Masing-masing cara pengawetan akan menghasilkan tekstur yang berbeda, tetapi rasa dan panas cabai akan tetap utuh tidak peduli cara mana pun yang Anda pilih.

Metode 1 Mengeringkan Cabai

Bersihkan dan keringkan cabai. Bilaslah cabai dengan air dingin yang mengalir untuk membersihkan kotoran dan puing-puing debu lainnya. Buang cabai yang telah membusuk atau rusak, karena cabai-cabai tersebut tidak akan bertahan lama. Tepuk cabai dengan kertas tisu hingga kering sebelum melanjutkan ke tahap selanjutnya.

Akan lebih baik jika Anda mengenakan sarung tangan ketika menangani cabai. Cabai pedas mengandung zat kapsaisin, yaitu zat kimia yang membakar ketika bersentuhan dengan kulit.

Sangat berhati-hatilah untuk tidak menyentuh mata atau hidung Anda setelah menangani cabai pedas. Letakkan cabai di atas rak kawat. Anda dapat menggunakan rak pendingin atau rak lainnya yang memiliki celah agar terdapat sirkulasi udara dari bawah. Jika memungkinkan, jangan menggunakan baki atau nampan masak yang padat, karena kurangnya aliran udara akan membuat cabai sulit kering dengan merata.

Letakkan rak atau baki di dalam ruangan yang disinari matahari dan memiliki ventilasi yang baik. Ambang jendela dapur adalah tempat yang bagus. Biarkan cabai mengering selama tiga hari atau lebih, lalu simpan cabai dalam wadah kedap udara.

Cobalah menguntai dan menggantung cabai. Ini adalah cara yang mudah dan dekoratif untuk mengeringkannya. Ketika cabai telah kering, Anda bisa membiarkannya tetap menggantung atau menyimpannya untuk digunakan lain kali. Ini adalah cara melakukannya:

  1. Masukkan benang yang kuat atau benang pancing ke dalam jarum. Tusuk cabai hingga tembus pada bagian pangkal tangkainya agar cabai teruntai dengan benang. Lakukan ini hingga semua cabai teruntai.
  2. Gantung untaian cabai pada bagian rumah Anda yang memiliki cukup ventilasi dan disinari matahari.
  3. Dalam tiga hari hingga satu minggu, cabai akan mengering dan siap digunakan.
  4. Keringkan cabai dengan cepat menggunakan oven. Ini adalah cara yang baik jika Anda terburu-buru dan tidak ingin menunggu cabai untuk mengering secara alami. Daripada membiarkan cabai dalam kondisi utuh, lebih baik Anda memotongnya agar cabai mengering dengan lebih cepat dan merata.
  5. Potong setengah cabai yang telah dibersihkan secara memanjang.
  6. Letakkan cabai yang telah dipotong di atas baki panggangan dengan sisi biji cabai menghadap ke luar.
  7. Panggang cabai pada suhu 51,67 derajat Celsius (atau pengaturan suhu terendah alat pemanggang Anda) untuk beberapa jam.
  8. Anda juga bisa menggunakan mesin pengering makanan untuk hasil yang lebih cepat.


Metode 2 Mengasinkan Cabai

Bersihkan dan potong cabai. Ini tidaklah terlalu penting. Anda dapat memotongnya menjadi empat bagian atau memotongnya menjadi dua secara memanjang. Jika Anda memilih untuk mengawetkan cabai secara utuh, gunakan pisau untuk membuat irisan kecil di sisi setiap cabai, yang mana akan membantu mempertahankan bentuk cabai. Anda bisa membuang biji atau membiarkannya, tergantung bagaimana hasil asinan cabai yang Anda inginkan.

Simpan cabai di dalam stoples yang steril. Pilihlah stoples pengawetan yang bersih dan isi cabai hingga satu inci (2,54 cm) di bawah pinggir stoples. Pastikan bahwa stoples memiliki tutup yang rapat. Stoples plastik akan lebih baik, karena plastik tidak akan berkarat di dalam kulkas.

Jika Anda ingin memberi rasa pada cabai, campurkan tiga sendok makan garam dan 15 biji sahang ke dalam stoples sebelum Anda menutupnya. Ini akan menghasilkan rasa yang mirip dengan asinan Jalapeño yang disaikan di restoran.

Rempah-rempah lain seperti daun salam atau herba segar lainnya juga bisa ditambahkan ke dalam campuran untuk memberi rasa pada cabai. Panaskan cuka putih hingga sedikit mendidih. Gunakan kira-kira dua cangkir cuka putih (473 ml), atau secukupnya untuk menutupi semua cabai dalam stoples dengan menyeluruh. Ketika cuka sedang dalam suhu panas, tuangkan cuka pada cabai. Isi stoples dengan cuka hingga setengah inci (1,27 cm) di bawah tutup stoples.

Jika Anda ingin menghasilkan cabai yang memiliki rasa manis, larutkan enam sendok teh gula ke dalam cuka. Biarkan isi dalam stoples mendingin dalam beberapa menit. Simpan dalam kulkas. Semakin lama Anda membiarkannya, semakin kuat rasa asinan yang akan dihasilkan. Anda bisa menikmati asinan cabai sebagai lauk pendamping ataupun menggunakannya dalam pembuatan sandwich. Cuka pedas yang dihasilkan sangatlah bagus dalam pembuatan salad.


Metode 3 Membekukan Cabai

Bersihkan cabai. Buang cabai yang rusak, karena cabai tersebut tidak akan bertahan lama. Bekukan cabai kecil secara utuh. Jika Anda memiliki cabai kecil dan ingin membekukannya secara utuh, Anda bisa memasukkannya ke dalam kantong tahan beku. Gunakan sedotan untuk menyedot udara yang berlebihan keluar dari kantong, lalu tutup dengan rapat dan tempelkan label sebelum Anda memasukkannya ke dalam lemari pembeku.

Tutup kantong serapat mungkin, sehingga hanya terdapat sedikit udara lebih di dalam kantong. Udara akan membuat cabai lebih cepat busuk. Bekukan selama beberapa bulan. Ketika Anda ingin menggunakan cabai tersebut, Anda bisa membiarkan cabai hingga mencair atau melakukan proses "pemutihan" pada cabai beku dengan air mendidih selama beberapa detik. Bekukan cabai besar dalam bentuk potongan memanjang. Cabai yang lebih besar dapat dipotong secara memanjang atau kotak-kotak sehingga bisa Anda gunakan dengan mudah ketika memasak suatu saat nanti. Potonglah cabai secara memanjang atau kotak-kotak dan buanglah bijinya.

Letakkan potongan cabai di atas baki panggangan dan bekukan selama satu jam. Ini disebut pembekuan kilat. Masukkan potongan cabai ke dalam kantong penyimpanan dan keluarkan udara berlebih dari dalam kantong. Simpan dalam lemari pembeku hingga beberapa bulan.


Metode 4 Mengawetkan Cabai dengan Minyak Zaitun

Bersihkan dan potong cabai. Untuk mempersiapkan cabai yang akan diawetkan dalam minyak, kebanyakan orang memotong cabai secara memanjang. Namun, cabai yang berukuran lebih kecil bisa dibiarkan utuh. Sisakan biji cabai sesuai dengan tingkat kepedasan yang Anda inginkan. Letakkan potongan cabai di atas baki panggangan secara merata dan tidak saling menimpa.

Pangganglah potongan cabai. Anda dapat menghasilkan rasa cabai terbaik dengan mematangkannya sebelum mengawetkannya. Anda dapat memanggangnya dengan pemanggang ataupun kompor gas.

Panaskan pemanggang oven atau kompor pemanggang Anda. Panggang potongan cabai hingga hangus. Dengan alat pemanggang, seharusnya proses ini hanya akan memakan waktu beberapa menit. Balikkan potongan cabai satu kali dalam proses ini agar cabai matang secara merata pada semua sisi.

Simpan cabai dalam rendaman minyak zaitun. Masukkan cabai ke dalam stoples bersih atau botol. Anda juga dapat menggunakan wadah minyak zaitun yang dekoratif. Tuang minyak zaitun ke dalam wadah hingga cabai terendam secara menyeluruh. Simpan stoples dalam tempat yang sejuk dan gelap. 

Tips:

  1. Masukkan kembali cabai beku ke dalam lemari pembeku setelah digunakan. Jika dibiarkan di luar, cabai akan menjadi lembek dan basah.
  2. Jika Anda tidak memiliki wadah penampung berbahan plastik, Anda dapat menggunakan kantong plastik bening.
  3. Pastikan bahwa cabai terendam oleh cuka secara menyeluruh, jika Anda memilih cara yang menggunakan cuka.


Source: wikihow.com