Beragam Makanan Khas Nusantara untuk Tradisi Natal dan Tutup Tahun

Article rawi | December 2017

Masyarakat Indonesia yang terdiri dari bermacam suku bangsa dan budaya memang berdampak juga pada ragam kuliner tanah air nih. Makanan yang merupakan salah satu media pemersatu rupanya juga punya arti yang beragam di tiap-tiap daerah dari Sabang hingga Merauke. Mendekati akhir tahun 2017, banyak tradisi Natal serta tutup tahun yang juga dipersiapkan di Indonesia. Nggak ketinggalan, makanan juga menjadi salah satu komponen penting di dalam tradisi dan perayaan tersebut. Penasaran dengan beragam makanan versi tradisi Natal dan tutup tahun di Indonesia? Check this out!

 

1.     KUE LAPET - SUMATERA UTARA

Saat tutup tahun tiba, masyarakat Batak di Sumatera Utara biasanya menyelenggarakan tradisi bernama Marbinda. Tradisi ini adalah kegiatan penyembelihan hewan bersama-sama di hari raya. Setelah disembelih, hewan tersebut dibagian ke seluruh warga. Biasanya, hewan-hewan seperti sapi atau babi diolah kembali menjadi makanan khas Sumatera Utara. Sambil menyantap makanan tersebut, masyarakat Sumatera Utara juga menyajikan kue bernama Kue Lapet. Lapet adalah jajanan tradisional Batak dari Tapanuli, Sumatera Utara. Kue ini berbentuk Piramida dan dibungkus dengan daun pisang. Rasa manisnya pas banget mengimbangi hidangan daging-dagingan tadi yang sudah diolah dengan banyak bumbu.

2.     DODOL BETAWI – JAKARTA

Di Jakarta rupanya ada juga tradisi unik dalam merayakan Natal lho. Jadi, warga Betawi yang merayakannya biasanya menjalankan tradisi Rabo-Rabo. Tradisi ini dilangsungkan setelah kebaktian dan ziarah ke makam. Rabo-Rabo sendiri merupakan kegiatan bermain musik keroncong dan menari bersama sambil keliling kampung untuk mengunjungi sanak keluarga. Sebagai kudapan, biasanya disajikan juga Dodol Betawi untuk mengisi perut nih.

3.     GUDEG – YOGYAKARTA

Di Yogyakarta, perayaan Natal penuh dengan nuansa kental budaya nih. Biasanya pendeta memimpin ibadah dengan memakai baju beskap dan blangkon, memakai bahasa Jawa halus, lengkap dengan pertunjukan wayang kulit. Soal makanan, Yogyakarta memang sudah terkenal banget dengan Gudeg-nya. Kalau punya rencana tutup tahun di Yogya, jangan

4.     LAWAR – BALI

Penasaran bagaimana umat Kristiani di Bali merayakan Natal? Kalau kamu sedang berwisata ke Bali dan kebetulan mendekati hari Natal, coba deh mampir ke Desa Wisata Blimbingsari, Kabupaten Jembrana Bali yang mayoritas warganya menganut agama Kristen. Untuk dekorasinya, hiasan penjor dalam rangka Natal bisa kalian saksikan di sepanjang jalan pedesaan sekitar 15 km barat laut Kota Denpasar. Masyarakat Bali juga tetap mengenakan pakaian adat ala umat Hindu di Bali saat melaksanakan kegiatan ritual peribadatan. Menu makanannya pun tidak jauh berbeda seperti saat Galungan seperti Lawar.

5.     PA'PIONG - TORAJA

Setiap menjelang perayaan Natal, Pemda Toraja mengadakan sebuah festival budaya dan pariwisata bertajuk Lovely December. Festival ini dimulai sejak memasuki bulan Desember dan mencapai puncak pada 26 Desember dengan arak-arakan yang disebut lettoan. Soal makanan, masyarakat Toraja biasanya menyajikan Pa'piong. Pa'piong adalah adalah jenis makanan yang dimasak mengunakan bambu dan biasanya menggunakan sayur bulunangko.

6.     KLAPPERTAART - MANADO

Perayaan Natal di Manado pada umumnya diadakan sejak 1 Desember dengan ibadah pra-Natal yang dilaksanakan tiap hari sampai Natal tiba. Banyak keluarga yang memiliki tradisi menjenguk kuburan kerabatnya dan makan bersama menjelang tahun baru. Rangkaian kemeriahan Natal ini berakhir pada Minggu pertama Januari dengan tradisi kunci taon, di mana warga pawai keliling kampung dengan kostum-kostum lucu. Untuk makanannya, hidangan penutup manis seperti Klappertaart digemari banget nih. Rasanya yang lezat serta bisa disantap bersama-sama membuat Klappertaart cocok banget buat dessert tutup tahun.

7.     BRUDER – AMBON 

Di Ambon, Natal diwarnai bunyi sirine kapal dan lonceng gereja yang dibunyikan serentak pada tengah malam 24 Desember. Momen ini juga identik dengan pertemuan keluarga besar. Untuk kudapannya, Ambon juga punya hidangan yang tak kalah nikmat dari kaastangel maupun kue jahe bernama bruder. Kue ini dibuat dengan campuran tuak berjenis sageru, lho. Karena itu, konsumsinya pun jadi dibatasi.

8.     BABI BAKAR - PAPUA

Tradisi unik lainnya juga ada di Papua lho. Warga Papua rupanya punya tradisi pesta barapen atau bakar batu, yakni sebuah ritual kuliner lokal untuk mengolah babi sebagai ungkapan kebahagiaan Natal. Selain itu, di banyak tempat juga dipasang dekorasi bertema kelahiran Yesus, lengkap dengan lagu-lagu Natal yang diputar terus-menerus. Pokoknya pas menjelang Natal dan tutup tahun, suasana di Papua jadi meriah. 

Jadi, itu dia 8 tradisi Natal dan tutup tahun serta makanan khas nusantara yang mungkin belum kalian ketahui. Tiap suku, bangsa, dan daerah memang punya tradisi dan kulinernya masing-masing. Kalau di keluarga kamu sendiri tradisi atau makanan khas Natalnya apa aja?



(Sumber foodie.id)