Perusahaan Ini Gerojok Investasi Rp 15 Miliar Agar Sambal Go Internasional

Article rani | March 2018

Upaya agar sambal, salah satu hidangan khas Indonesia go international dan makin digemari warga di berbagai negara terus dilakukan.

Seperti PT Sekar Laut Tbk, perusahaan krupuk dan sambal asal Sidoarjo, yang mengucurkan investasi Rp 15 miliar.

Mereka ingin agar sambal yang diproduksi makin dikenal masyarakat internasional sebagai menu khas Indonesia, sama seperti krupuk sudah lebih dahulu terkenal.

Direktur Marketing PT Sekar Laut Tbk Welly Gunawan mengatakan, setiap tahun pihaknya memproduksi 12.000 ton krupuk, 6.000 ton sambal dan 5.000 ton bumbu.

Untuk krupuk, dari total produksi, 50 persen untuk memenuhi pasar ekspor di hampir semua negara di lima benua. Sementara 50 persen sisanya, untuk memenuhi pasar dalam negeri.

Berbeda dengan krupuk, untuk sambal, dari 6.000 ton yang diproduksi, 90 persen masih untuk memenuhi konsumsi dalam negeri. Hanya 10 persennya saja yang ekspor.

"Ekspor sambal masih di beberapa negara saja. Seperti, Amerika, Kanada, Arab Saudi, Singapura, Korea, dan Tiongkok," ujarnya, Kamis (9/6/2016) usai Public Expose Tahunan, di Hotel Bumi, Surabaya.

Agar sambal makin digemari, pihaknya, kata Welly terus meningkatkan kualitas dan rutin mengeluarkan produk baru.

Jika yang mengkonsumsi makin banyak, nilai ekspor sambal dan bumbu tahun ini diprediksi tumbuh menjadi 15 persen. Naik dibanding tahun sebelumnya yang cuma 10 persen.

Direktur Keuangan PT Sekar Laut Tbk John C Gozal menambahkan, pihaknya tahun ini mengucurkan investasi dana Rp 15 miliar untuk pembelian mesin baru.

Dengan investasi tersebut, kapasitas produksi akan naik 15 persen.

"Ini sangat penting untuk menunjang realisasi target penjualan tahun ini sebesar Rp 850 miliar. Naik Rp 100 miliar atau 15 persen dibanding tahun sebelumnya," katanya.



Sumber: Surya.co.id