Balita Senang Makanan Pedas, Amankah?

Article rani | November 2017

Anak Anda selalu makan dengan lahap saat menu makanannya mengandung rasa pedas. Apakah makanan pedas aman untuk dikonsumsi oleh anak? Tak jarang, balita juga punya kebiasaan unik, seperti suka mengonsumsi makanan pedas. Amankah bagi kesehatannya? Simak penjelasannya berikut ini.

Meski tak terjadi pada semua anak, sebagian anak balita suka menyantap makanan pedas. Misalnya makanan yang mengandung cabai rawit, merica, atau paprika. Apakah anak Anda salah satunya? Jika ya, Anda tak perlu heran. Rasa pedas memang membuat makanan menjadi lebih beraroma dan dapat meningkatkan nafsu makan.

Meski demikian, kebiasaan makan makanan pedas pada anak balita sering membuat orang tua khawatir. Mengonsumsi makanan pedas dianggap dapat mengiritasi lambung balita dan menimbulkan gangguan pencernaan di kemudian hari. Padahal anggapan ini tidak tepat.

Tidak pedas, tidak berselera

Kekhawatiran sebagian ahli jika anak terlalu sering mengonsumsi makanan pedas adalah rangsangan oleh makanan pedas bisa mengiritasi saluran cerna, menimbulkan rasa mulas, bahkan menyebabkan sakit perut dan diare (bila tidak tahan). Kebiasaan makan makanan pedas juga biasanya sulit dihentikan dan justru frekuensi maupun kadarnya terus bertambah seiring meningkatnya batas toleransi terhadap rasa pedas itu. Akibatnya? Anak yang sudah terbiasa makan makanan pedas tak akan terlalu ber­selera saat tidak ada yang pedas pada makanannya.

Variasi rasa
Sebenarnya, orang tua tidak melulu harus memberikan anak makanan hambar dengan alasan takut menimbulkan alergi atau membuat anak jadi sakit perut. Susanna Block, dokter anak dan pemilik World Baby Foods di Seattle, AS, menuturkan, pandangan bahwa balita sebaiknya hanya makan makanan hambar tidak memiliki alasan ilmiah sama sekali. Balita juga ingin makan makanan enak seperti orang dewasa. Membumbui makanan anak dengan rempah dan bumbu dapur dapat membantu memperkaya palet lidahnya untuk mengenali dan menerima berbagai rasa. Ini juga memberikannya pasokan antioksidan yang baik bagi tubuhnya, asalkan Anda tahu batasannya.

Bumbu rempah harus segar
Pada dasarnya, tidak ada daftar rempah-rempah spesifik yang mesti dihindari balita. Yang perlu Anda perhatikan adalah menyajikan porsi makanan yang dapat ditolerir anak dalam jumlah kecil. Dengan cara itu, jika ia mengeluh perutnya sakit, Anda bisa langsung mengidentifikasi penyebabnya dan menghindarinya di masa depan. Pastikan juga memakai rempah-rempah segar. Kita cenderung menyimpan bumbu-bumbu dapur di rak untuk jangka waktu yang panjang. Jika Anda ingin memberikan makanan pedas atau berbumbu untuk anak, periksa tanggal kedaluwarsa bumbu-bumbu rempahnya.

Pencernaan lebih sempurna
Para ahli yang setuju dengan mengenalkan makanan pedas pada balita mengungkapkan bahwa balita berumur di atas 2 tahun boleh saja makan makanan yang sedikit pedas. Memang, tidak terdapat batasan yang pasti mengenai tingkat kepedasannya. Tetapi jika hanya sebagai campuran dalam makanan atau masakan asal tak berlebihan tak perlu dirisaukan. Setelah itu, ia akan terbiasa dengan makanan yang lebih bervariasi. Sistem pencernaannya pun sudah jauh lebih sem­purna, sehingga akan lebih tahan ketika ‘mengolah’ makanan pedas. 

Jadi, makanan pedas dapat dikonsumsi dengan aman pada balita mulai usia dua tahun ke atas. Asal, Anda harus memperhatikan tingkat kepedasannya dan jangan diberikan terlalu sering.


(Sumber: parenting.co.id)