Penyebab Tuli Sesaat Setelah Makan-Makanan Pedas

Article bejo | September 2017

Setiap orang yang menyukai makanan pedas mungkin pernah kebablasan menambahkan cabai atau sambal dalam makanan mereka. Selain mereka bisa merasakan sensasi banjir keringat dan mulut terbakar, gejala lain yaitu tuli sesaat juga bisa dialami.

Saat memakan makanan pedas, bahkan kamu yang gemar dengan santapan pedas, ada kalanya kita merasa tingkat kepedasanya di luar kemampuan kita. Itulah yang terjadi pada Ben Sumadiwiria, seorang vlogger kuliner "Awesome Eats" yang berasal dari Berlin, saat mencicipi mi terpedas di Indonesia. Setelah melahap beberapa menu sajian mi dengan 100 cabai rawit, ia mengaku pendengarannya hilang sesaat dan mulutnya melepuh.

"Saya tidak bisa mendengar apa-apa, 'man'," katanya dalam video yang sempat viral tersebut. Dalam videonya jelas Ben mengalami proses kepedasan ektrim mulai dari berkeringat, rasa nyeri, dan keluar air mata.

Tapi dia tak menyangka salah satu makanan pedas itu mampu membuatnya sampai merasa tuli selama dua menit. Makanan itu tak lain adalah mie pedas asal Indonesia yang dijulukinya 'death noodles'.

"Rasa sakit karena pedas itu seperti menyebar hingga ke telinga saya dan seolah-olah ada yang memblok suara dari luar," kata Ben lewat akun YouTube-nya seperti dikutip Livescience.

Pada kasus Ben, mie yang dimakannya mengandung 100 cabai rawit. Cabai kecil dengan kekuatan panas antara 100 ribu sampai dengan 225 ribu unit pada skala Scoville yang digunakan untuk mengukur kepedasan, artinya tingkat kepedasan mie yang dimakan Ben 45 kali pedas cabai jalapeno. Diketahui tingkat tertinggi kepedasan 440 kali lebih pedas dari jalapeno adalah cabai Carolina, bersaing dengan cabai jenis dragon breath.

Capsaicin, zat yang menimbulkan rasa panas dan pedas pada cabai diketahui bisa berfungsi melindungi tumbuhan dari jamur. Namun juga bisa mengiritasi sel tubuh manusia, terutama lendir membran di sekitar daerah mulut, tenggorokan, perut dan mata. Proses pelepasan cairan tubuh ini ikut melepaskan endorfin yang menekan transmisi rasa nyeri. Ini yang membuat mulut kadang terasa seperti kebas.

"Rasa kebas dari efek cabai ini sering pula digunakan untuk menekan nyeri kronis," kata Dr. Michael Goldrich, ahli otolaryngologis di Robert Wood Johnson University Hospital, New Jersey, Amerika Serikat. Dalam bentuk krim, capsaicin bisa mengatasi rasa nyeri dan terbakar dengan menghalangi kerja saraf yang membawa informasi rasa sakit.

Ada beberapa alasan seseorang mungkin mengalami sensasi kehilangan pendengaran setelah makan makanan pedas. Tenggorokan dan telinga dihubungkan oleh saluran yang dikenal sebagai tabung eustachius, yang membantu menyamakan tekanan di telinga bagian dalam. Ketika hidung mulai menghasilkan banyak lendir, seperti akibat makanan pedas, tabung Eustachius akan terhalangi.

"Efeknya orang akan merasa bahwa pendengaran mereka menurun," kata Goldrich. Prosesnya mirip seperti ketika kamu terserang flu.

"Kemungkinan lain adalah bahwa gangguan pendengaran merupaan efek dari hiperstimulasi saraf trigeminal," kata Dr. Sam Marzo, ketua Departemen Otolaringologi Loyola Medicine dan ahli dalam gangguan pendengaran. Sensitivitas trigeminal memasok sensasi dan kontrol motor ke mulut dan wajah, dan menghubungkan ke saraf koklea, yang bertanggung jawab untuk mentransmisikan informasi pendengaran.

Orang yang menderita migrain terkadang kehilangan pendengaran sementara karena overstimulasi saraf trigeminal mengubah aliran di pembuluh darah yang memasok stimuli ke saraf koklea. Inilah yang terjadi pada Ben.

Beberapa penelitian awal menunjukkan bahwa capsaicin diberikan bersamaan dengan kemoterapi dapat melindungi sel-sel rambut dan mencegah gangguan pendengaran, katanya. Belum ada yang tahu mengapa senyawa pedas ini mungkin memiliki efek ini, Goldrich mengatakan, namun penelitian terus berlanjut.

Jadi inilah beberapa alasan mengapa bisa mengakibatkan tuli sesaat setelah memakan makanan yang tingkat kepedasannya melampaui kemampuan kita. Maka sebaiknya makanlah makanan pedas dalam jumlah yang wajar dan tidak berlebihan.


(Sumber: halallifestyle.id)