Manfaat Kesehatan si 'Cabai Hantu' Bhut Jolokia

Article bejo | January 2018

Cabai Bhut Jolokia asal India dikenal sebagai cabai hantu karena pedasnya yang menakutkan. Cabai ini banyak dicari orang karena diyakini bisa mengobati rematik bahkan kanker. Benarkah cabe hantu ini ampuh mengobati penyakit tersebut?

Bhut Jolokia saat ini tercatat sebagai cabai terpedas di dunia yang diakui oleh Guinness World Records. Bentuk cabe ini keriput dan ukurannya gemuk kecil. 

Data American Society For Horticultural Science seperti dilansir Minggu, (25/4/2010), mencatat skala pedasnya berdasarkan ukuran Scoville Heat Unit (SHU) mencapai 1 juta SHU, hampir 10 kali lipat pedasnya dibanding cabai dalam negeri yang hanya 100.000 SHU.

Seorang pria paruh baya keturunan kaukasia bernama Jamie berencana menaklukkan si cabai hantu. Aksi Jamie yang bisa dilihat di Youtube membuat praktisi kesehatan memperingatkan jika tidak kuat jangan coba-coba bertarung dengan si cabai hantu.

Jamie hanya memakan separuh cabai Bhut Jolokia dan hingga 2 menit pertama dia mengaku masih baik-baik saja. Baru pada menit keenam, Jamie mulai lompat-lompat kepedasan dan air yang diminum pun tak mampu meredam rasa terbakar di mulut dan kerongkongannya.

Di menit ke-10 Jamie menumpahkan kepedasannya dengan duduk dan memukul-mukul tanah dan sudah tidak bisa diajak bicara. Pada menit ke-30, Jamie merasakan perutnya juga ikut terbakar dan merasa dirinya seperti mau mati. Butuh waktu 1 jam buat Jamie untuk menghalau rasa pedas dengan dikompres dan tidur terkapar.

Tayangan itu hanya menggambarkan bagaimana teror rasa cabai hantu yang awalnya ditemui di wilayah Assam India Utara ini. Makan sepotong cabai hantu akan membuat mulut terasa melepuh, air mata dan hidung terus meler.

Penduduk setempat sangat percaya, banyak makan cabai hantu bisa memerangi berbagai penyakit seperti rematik, osteoporosis serta menurunkan tekanan darah dan kolesterol.

Seperti dilansir eHow, Minggu (25/4/2010) semua jenis cabai memang banyak mengandung vitamin A, C, Kalium, Magnesium dan Besi yang membantu mencegah penggumpalan darah, menghilangkan plak dari arteri, penyembuhan luka dan melawan flu. Sedangkan zat Photochemicals bisa mengurangi sel tumor dan kanker.

Bahan aktif dalam Capsicum (kelompok tumbuhan cabai), merangsang otak dan kelenjar ludah melepas endorfin ke dalam tubuh. Endorfin adalah obat penghilang rasa sakit alami alam dan memberi rasa senang. Capsicum juga merupakan bahan utama untuk mengurangi arthritis dan kerusakan saraf diabetes.

Dalam pengobatan tradisional, cabai hantu digunakan untuk penyakit tangan dan kaki dingin, sakit otot punggung, rematik, terkilir dan memar.

Tapi yang dikhawatirkan pakar kesehatan efek dari si cabai hantu yang terlalu pedas karena bisa membuat iritasi usus. Sehingga perlu penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui cara aman konsumsi cabai hantu yang tak hanya bikin rasa sakit dan perut terbakar.

Yang terbaru seperti dikutip dari GaeaTimes, ilmuwan India sedang mengembangkan granat tangan dari Bhut Jolokia. Riset yang dilakukan departemen pertahanan India menyebutkan, Bhut Jolokia jika diolah menjadi granat tangan bisa menjadi senjata untuk melawan ekstrimis agar keluar dari persembunyiannya atau membubarkan massa.




(Sumber : health.detik.com)